Tiada Yang Tidak TerBalas: "
Ada sebuah kisah nyata yang terjadi didalam kehidupam masyarakat. Cerita ini saya dengar dari seorang Doktor alumni dari Amerika Serikat pada saat saya mengikuti kuliah di pasca sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tepatnya hari Selasa tanggal18 Desemember 2010 pukul 13.30 WIB. Pak Basri bercerita, ada seorang kontraktor yang sangat sukses dan bersahaja. Tidak hanya kawan yang menaruh hormat kepadanya, bahkan lawanpun mengakui ketinggian budu luhur kontraktor ini. Kesuksesannya itu diperoleh banyak pihak yang mempercayakan proyeknya kepadanya. Dia dikenal jujur, rendah hati, sederhana, transparan, lurus, kuat imannya, dan mulai akhlaknya. Jika diusiang hari dia sering berpuasa dan jika malam hari dia habiskan waktu malamnya untuk berdzikir dan beribadah kepada Allah SWT. Dia selalu mengutamakan bersedekah kepada anak-anak yatim dan janda-janda tua.
Dan yang paling disenangangi oleh klaennya adalah dia bekerja sesuai dengan perencaanaan yang telah disepakati bersama. masudnya, jika bangunan itu membutuhkan semen sebangak 15 000 sak, maka dia penuhi bangunan itu dengan 15 000 sak, jika proyek itu menggunakan batu kali kualitas nomor satu, maka dia penuhi dengan batu kali berkualitas nomer satu. Jika bangunan itu butuh besi ulir sebanyak 1000 batang, maka dia penuhi besi sesuai dengan yang diakadkan. Kontraktor ini enggan mengurangi harga atau kwalitas bahan bangunan yang dibutuhkan oleh proyeknya tersebut. Sehingga kualitas dari bangunan benar-benar sesuai denga yang diharapkan oleh pemesan tendernya. Kejujuran inilah yang menyebabkan dia disukai dan dipercaya banyak tender.
Oleh karena itulah, dia digolongkan kontraktor yang sukses dan berbudi mulia. Kejujurannya, kerendahan hatinya, keikhlasannya, ibadahnya, dan kepeduliannya terhadap kaum du’afa’ membuat dia meraih puncak kegemilangan yang sesungguhnya. Di dunia maupun diakhirat.
"
Ada sebuah kisah nyata yang terjadi didalam kehidupam masyarakat. Cerita ini saya dengar dari seorang Doktor alumni dari Amerika Serikat pada saat saya mengikuti kuliah di pasca sarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tepatnya hari Selasa tanggal18 Desemember 2010 pukul 13.30 WIB. Pak Basri bercerita, ada seorang kontraktor yang sangat sukses dan bersahaja. Tidak hanya kawan yang menaruh hormat kepadanya, bahkan lawanpun mengakui ketinggian budu luhur kontraktor ini. Kesuksesannya itu diperoleh banyak pihak yang mempercayakan proyeknya kepadanya. Dia dikenal jujur, rendah hati, sederhana, transparan, lurus, kuat imannya, dan mulai akhlaknya. Jika diusiang hari dia sering berpuasa dan jika malam hari dia habiskan waktu malamnya untuk berdzikir dan beribadah kepada Allah SWT. Dia selalu mengutamakan bersedekah kepada anak-anak yatim dan janda-janda tua.
Dan yang paling disenangangi oleh klaennya adalah dia bekerja sesuai dengan perencaanaan yang telah disepakati bersama. masudnya, jika bangunan itu membutuhkan semen sebangak 15 000 sak, maka dia penuhi bangunan itu dengan 15 000 sak, jika proyek itu menggunakan batu kali kualitas nomor satu, maka dia penuhi dengan batu kali berkualitas nomer satu. Jika bangunan itu butuh besi ulir sebanyak 1000 batang, maka dia penuhi besi sesuai dengan yang diakadkan. Kontraktor ini enggan mengurangi harga atau kwalitas bahan bangunan yang dibutuhkan oleh proyeknya tersebut. Sehingga kualitas dari bangunan benar-benar sesuai denga yang diharapkan oleh pemesan tendernya. Kejujuran inilah yang menyebabkan dia disukai dan dipercaya banyak tender.
Oleh karena itulah, dia digolongkan kontraktor yang sukses dan berbudi mulia. Kejujurannya, kerendahan hatinya, keikhlasannya, ibadahnya, dan kepeduliannya terhadap kaum du’afa’ membuat dia meraih puncak kegemilangan yang sesungguhnya. Di dunia maupun diakhirat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar